JURNAL NUTRISIA https://nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI <p><em>NUTRISIA</em>, with registered number ISSN<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180427757&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"> 1693-945X&nbsp;(print)</a>,&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1509782099&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2614-7165&nbsp;(online)</a> is a scientific journal published by&nbsp;Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. The journal&nbsp;registered in the CrossRef system&nbsp;with&nbsp;<strong>Digital Object Identifier</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>(DOI)</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>prefix 10.29238.&nbsp;</strong>&nbsp;The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nutrition.&nbsp;<em>Nutrisia</em>&nbsp;is published biannually in March and September.</p> <p>The journal publishes <strong>original research articles, review articles, </strong><strong>case studies</strong><strong> and</strong> <strong>clinical trials </strong>in an open access format. Furthermore, time to first decision has been set to be within 6 weeks to facilitate rapid dissemination of high quality accepted articles.</p> <p>For a detailed description of the different types of manuscripts, the readers can consult the online &nbsp;<a href="https://www.nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/navigationMenu/view/AUTHGUIDELINE">Guide for authors</a>. The material is subject to the highest standards of editorial revision and peer review. Papers describing research involving human subjects and the procedures followed should conform to ethical standards. Articles containing promotional material (advertisements), whether implicit or explicit will not be included in the Journal.</p> Poltekkes Kemenkes Yogyakarta en-US JURNAL NUTRISIA 1693-945X Hubungan Indikator Antropometri dengan Diabetes Melitus pada Orang Dewasa di Indonesia: Hasil Analisis Data Riskesdas 2018 https://nutrisiajournal.com/index.php/JNUTRI/article/view/382 <p>Prevalensi Diabetes Melitus dari tahun 2013 hingga tahun 2018 mengalami peningkatan di Indonesia. Perkembangan Diabetes Melitus dapat dikaitkan dengan karakteristik individu, aktivitas fisik yang kurang, dan peningkatan indikator antropometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indikator antropometri dengan Diabetes Melitus pada orang dewasa di Indonesia tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain studi <em>Cross Sectional </em>dengan menganalisis data sekunder Riskesdas 2018 pada usia dewasa 18-65 tahun sebanyak 80.868 sampel. Frekuensi Diabetes Melitus di Indonesia tahun 2018 sebesar 2,7%. Terdapat hubungan signifikan dan berisiko antara BB lebih (OR: 1,42; CI 95%: 1,26 – 1,60), obesitas (OR: 1,48; CI 95%: 1,34 – 1,63), dan obesitas sentral (OR: 2,67; CI 95%: 2,44 – 2,91) dengan Diabetes Melitus (P-<em>value </em>&lt;0,001). Terdapat hubungan antara indikator antropometri dengan Diabetes Melitus pada orang dewasa di Indonesia. Diperlukan penyuluhan dan promosi kesehatan kepada masyarakat usia 18-65 tahun untuk mengontrol massa dan lemak tubuh dan melakukan aktivitas fisik secara rutin serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan pada usia dewasa 18-65 tahun untuk mencegah Diabetes Melitus.</p> Jihannisa Aurellia Suharno Hoirun Nisa ##submission.copyrightStatement## 2024-04-01 2024-04-01 26 1 1 10 10.29238/jnutri.v26i1.382